
Benang Kusut
Sebagian dari kita keliru sebab menjadikan kemewahan bangunan dan banyaknya jumlah santri sebagai tolok ukur kesuksesan sebuah pondok pesantren. Kalau

Sebagian dari kita keliru sebab menjadikan kemewahan bangunan dan banyaknya jumlah santri sebagai tolok ukur kesuksesan sebuah pondok pesantren. Kalau

Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang tidak sependapat, berikut adalah jawaban dari al-‘Allaamah Syaikh Isma’il Zain yang aku kutipkan

Di kitab al-Hikam al-Haddaadiyyah, habib Abdullah al-Habsyi menjelaskan: 1. Dunia yang terpuji (ad-dunya al-mahmudah), yaitu sesuatu yang dapat menghantar kita

Kita sebagai seorang muslim, dituntut untuk senantiasa berbaik sangka atau husnudz dzann sekalipun kepada pelaku maksiat. Bahkan sampai-sampai di dalam

Boleh, sebab perspektif kita Ahlussunnah wal Jamaah شيء itu apa-apa yang “ada”. Sedangkan dzat Allah bukan sekedar ada tapi dzat

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, maka perlu kiranya kita mengenal terlebih dahulu beberapa istilah sebagai berikut: – Qohqohah (قهقهة) :
Seringkali saat mengkaji kitab-kitab fiqh klasik, kita dibingungkan saat menemukan satuan berat atau jarak dan lainnya, semisal: satu wasaq, mistqal,

Kata gus baha: “Lho beneran, saya tidak sombong. Istri saya pernah menangisi saya gara-gara tahu saya pucat, setelah makan saya
Sebagaimana yang kita tahu, bahwa safar adalah bagian dari masyakah (مشقّة), karena itu syari’at memberi aturan khusus akan berbagai kemudahan

Beliau Syaikh Ibrahim bin Adham (w: 782 H) rahimahullah berkata: “Dulu aku membersamai kebanyakan para pahlawan Allah (rijalullah) di gunung