photo_2024-08-29_08-36-45

Siapa yang paling utama untuk dijadikan imam?

Paling utamanya imam, ialah:
1. Yang paling mengerti ilmu fiqih
2. Yang paling ahli qiraat
3. Yang paling wira’i (apik menjauhi larangan)
4. Lebih lama keislamannya, kalau asalnya non-muslim
5. Paling mulia nasabnya
6. Paling bagus perangainya.

• Sekiranya ditemukan seseorang dengan karakteristik seperti diatas, maka dahulukan dia.
• Kalau sama-sama kumpul, maka prioritaskan dengan tertib sebagaimana urutan nomor tertulis.
• Bila sama martabatnya dan masing-masing tidak mempersilahkan yang lain, maka undi diantara mereka.
• Seandainya semua sepakat untuk medahulukan yang tidak lebih utama (المفضول), padahal ada yang paling utama (الأفضل)، maka tidak apa-apa.

Dengan beberapa poin diatas kita dapat simpulkan, bahwa skala prioritas tertinggi dari calon pemimpin nyatanya bertumpu pada segi integritas & kualitas seseorang. BUKAN yang lain-lainnya, semisal orang dalam.

____
المرجع:
المسائل الفقهية المشهورة ص: ٧٣

Advertisment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Faidah

Siapa yang tidak kenal dengan imam kisai? Siapapun yang belajar nahwu shorof dan ilmu qira’at dipastikan tidak lagi asing dengan nama beliau, seorang alim masyhur dari Kufah. Diceritakan didalam kitab Al-Jawaahir wad Durarnya Al-Imam Abdurrahman As-Sakhawi, ternyata Imam Kisai tidak sama dengan ulama lain yang memang sedari kecil sudah memulai rihlah ilmiahnya. Pasalnya sampai usia 40 tahun pun beliau masih disibukkan dengan menggembala kambing dan menjalani aktivitas keseharian seperti masyrakat pada umumnya. Pada usia yang tidak lagi muda itulah beliau baru menekuni keilmuan, sampai menjadi satu dari sekian banyak tokoh yang sangat berpengaruh pada masanya. Tapi bukan orang besar kiranya bila tidak pernah kontroversial, ya begitupun sang imam. Salah satu statement beliau yang cukup booming kala itu: من تبحر في علم اهتدى به إلى سائر العلوم Lebih kurang artinya: “Siapapun yang bak lautan (luas dan mendalam) penguasaannya didalam satu cabang ilmu, maka dia akan dimudahkan menguasai cabang-cabang keilmuan lainnya”. Sontak hal tersebut memicu alim lainnya untuk menguji kebenaran klaim tadi, yang sekilas memang nampak rapuh, sebab semua disiplin keilmuan tentunya memiliki objek pembahasan yang berbeda. Hingga suatu hari secara langsung beliaupun dipertemukan dengan imam Abu Yusuf seorang alim fiqih besar, salah satu murid kinasih nya imam abu hanifah. Maka tak

Pendaftaran Santri Baru Telah Dibuka

Logo Jati Al Jawami 768x768

Mari Bergabung Dengan Komunitas SAJATI

SAJATI – Adalah ruang bersama Keluarga Besar Pondok Pesantren Jati Al-Jawami untuk menjaga ikatan, melanjutkan nilai keilmuan dan memperluas mamfaat

Scroll to Top