Siapa yang tidak kenal dengan imam kisai? Siapapun yang belajar nahwu shorof dan ilmu qira’at dipastikan tidak lagi asing dengan nama beliau, seorang alim masyhur dari Kufah. Diceritakan didalam kitab Al-Jawaahir wad Durarnya Al-Imam Abdurrahman As-Sakhawi, ternyata Imam Kisai tidak sama dengan ulama lain yang memang sedari kecil sudah memulai rihlah ilmiahnya. Pasalnya sampai usia 40 tahun pun beliau masih disibukkan dengan menggembala kambing dan menjalani aktivitas keseharian seperti masyrakat pada umumnya. Pada usia yang tidak lagi muda itulah beliau baru menekuni keilmuan, sampai menjadi satu dari sekian banyak tokoh yang sangat berpengaruh pada masanya. Tapi bukan orang besar kiranya bila tidak pernah kontroversial, ya begitupun sang imam. Salah satu statement beliau yang cukup booming kala itu: من تبحر في علم اهتدى به إلى سائر العلوم Lebih kurang artinya: “Siapapun yang bak lautan (luas dan mendalam) penguasaannya didalam satu cabang ilmu, maka dia akan dimudahkan menguasai cabang-cabang keilmuan lainnya”. Sontak hal tersebut memicu alim lainnya untuk menguji kebenaran klaim tadi, yang sekilas memang nampak rapuh, sebab semua disiplin keilmuan tentunya memiliki objek pembahasan yang berbeda. Hingga suatu hari secara langsung beliaupun dipertemukan dengan imam Abu Yusuf seorang alim fiqih besar, salah satu murid kinasih nya imam abu hanifah. Maka tak
KEISTIMEWAAN PUASA ARAFAH
*Pertanyaan:*
Ustadz saya dengar kalau *puasa Arafah* itu dapat menghapus dosa selama dua tahun, apa benar? Minta dalil dan penjelasan detailnya. Nuhun.
*Jawab:*
Iya benar demikian, bahwa 1 hari puasa Arafah dapat menghapus dosa selama 2 tahun, yaitu *dosa satu tahun kemarin dan dosa 1 tahun mendatang*, sebab ada haditsnya langsung berkenaan dengan itu, bahkan tidak tanggung-tanggung yang meriwayatkan adalah Imam Muslim di kitabnya juz 2 halaman 818, dari sahabat Abu Qatadah, Rasulullah saw bersabda:
((صيام يوم عرفة، أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله، والسنة التي بعده))
_”Puasa hari Arafah aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan dosa satu tahun setelahnya”._ [HR. Muslim, no: 1162].
Tapi perlu diingat, yang dimaksud dengan dosa 2 tahun disini adalah *dosa-dosa kecil* saja pun itu yang tidak berkaitan dengan hak adami. Adapun dosa besar harus melalui taubat nasuha, sedangkan dosa dengan sesama manusia maka harus berdamai dan mengganti rugi bila berkaitan dengan harta.
*Bagaimana kalau orang yang puasa itu tidak punya dosa kecil?*
Imam Nawawi menjelaskan, bila saja tidak memiliki dosa kecil maka diharapkan dosa-dosa besar pun dapat diringankan.
*Bagaimana kalau sama sekali tidak punya dosa?*
Maka puasa Arafah akan menjadi sebab untuk dinaikan derajatnya oleh Allah swt.
Terlepas dari semua keistimewaan di atas, saya himbau bagi siapapun yang beramal tidak perlu terlalu mengkhawatirkan masalah fadhilah atau balasan. Cukup niat *ikhlas* karena Allah, beribadah kepada dzat-Nya semata-mata karena kita ini adalah *hamba* dan sang maha tunggal adalah *pencipta*, soal ganjaran kita serahkan semua kepada Allah swt, tuhan yang Maha baik dan penyayang.
Surat Ar-Rahman ayat 60:
﴿هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ﴾
_”Tidak ada balasan kebaikan, kecuali dengan kebaikan”._
_______
Sahabat jangan lupa *malam ini sahur lagi*, _bismillah_ niat puasa Arafah. InsyaAllah berkah.
_Wallahu A’lam._
________
Kategori
Faidah
Pendaftaran Santri Baru Telah Dibuka