Cahaya ilmu tidak diraih dengan sekedar berangan-angan.

Tulis seorang penyair:

لو كان نور العلم يدرك بالمنى * ما كان يبقى في البرية جاهل

“Jika diraihnya cahaya ilmu dengan sekedar berangan-angan.

Maka TIDAK ADA satupun orang bodoh yang tersisa.”

Imam an-Nawawi berkata:

ولا يحتقرنّ فائدة يراها أو يسمعها في أيِّ فنٍّ كانت، بل يُبادِر إلى كتابتها، ثم يواظب على مطالعة ما كتبه.

“Seorang penuntut ilmu pasti tidak meremehkan sebuah pelajaran yang dia lihat atau dengar dari disiplin ilmu manapun, akan tetapi segera dia menulisnya, kemudian menelaahnya secara berkesinambungan.“

Syaikh al-Khalil bin Ahmad pun menjelaskan:

ما سمعت شيئًا إلا كتبته ، ولا كتبت شيئا إلا حفظته ، ولا حفظت شيئا إلا انتفعت به

“Tidaklah aku mendengar sesuatu kecuali aku tulis, dan tidaklah aku menulis kecuali aku hafal, dan tidaklah sesuatu yang aku hafal kecuali aku mengambil manfaat darinya.“

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Faidah

Siapa yang tidak kenal dengan imam kisai? Siapapun yang belajar nahwu shorof dan ilmu qira’at dipastikan tidak lagi asing dengan nama beliau, seorang alim masyhur dari Kufah. Diceritakan didalam kitab Al-Jawaahir wad Durarnya Al-Imam Abdurrahman As-Sakhawi, ternyata Imam Kisai tidak sama dengan ulama lain yang memang sedari kecil sudah memulai rihlah ilmiahnya. Pasalnya sampai usia 40 tahun pun beliau masih disibukkan dengan menggembala kambing dan menjalani aktivitas keseharian seperti masyrakat pada umumnya. Pada usia yang tidak lagi muda itulah beliau baru menekuni keilmuan, sampai menjadi satu dari sekian banyak tokoh yang sangat berpengaruh pada masanya. Tapi bukan orang besar kiranya bila tidak pernah kontroversial, ya begitupun sang imam. Salah satu statement beliau yang cukup booming kala itu: من تبحر في علم اهتدى به إلى سائر العلوم Lebih kurang artinya: “Siapapun yang bak lautan (luas dan mendalam) penguasaannya didalam satu cabang ilmu, maka dia akan dimudahkan menguasai cabang-cabang keilmuan lainnya”. Sontak hal tersebut memicu alim lainnya untuk menguji kebenaran klaim tadi, yang sekilas memang nampak rapuh, sebab semua disiplin keilmuan tentunya memiliki objek pembahasan yang berbeda. Hingga suatu hari secara langsung beliaupun dipertemukan dengan imam Abu Yusuf seorang alim fiqih besar, salah satu murid kinasih nya imam abu hanifah. Maka tak

Pendaftaran Santri Baru Telah Dibuka

Kegiatan Mendatang

Scroll to Top