Sumber Pemasukan Nabi ﷺ

Oleh: Ust. Amru Hamdany
____

Kita sering mendengar riwayat-riwayat yg menceritakan tentang kedermawanan Nabi. Kita juga tahu bahwa beliau memiliki sekian istri, anak-anak, dan beberapa budak yg beliau nafkahi, kira-kira dari mana sumber pemasukan Nabi ini?

Dr. Abdul Fattah as-Samman menyusun sebuah kitab tentang sumber-sumber pemasukan Nabi ﷺ, saya simpulkan sebagai berikut:

1. Berdagang

Nabi itu sudah mulai ikut berdagang sejak dini bersama Abu Thalib, kemudian ikut kerjasama dagang dengan Sayyidah Khadijah, dan seterusnya. Setelah diangkat jadi Nabi, beliau tidak lantas meninggalkan jual beli.

Kita bisa lihat cemoohan orang-orang kafir kepada Nabi yg diabadikan dalam Al-Qur’an:

مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ

2. Warisan dari ayah ibu beliau, dan warisan dari Sayyidah Khadijah.

Nabi memang tidak mewariskan harta, tapi beliau boleh mengambil harta warisan sebagai ahli waris.

Apa yg ditinggalkan ayah ibu beliau tidak banyak, diriwayatkan hanya 5 unta, 1 rumah, satu pedang, dan beberapa perak.

3. Ghanimah perang (ini sumber pemasukan terbanyak)

Ringkasnya, harta rampasan perang yg terkumpul ini dibagi rata menjadi 5, 4/5 diberikan kepada pasukan perang dengan cara pembagian yg disebutkan di kitab-kitab fiqih, kemudian 1/5 sisanya dibagi 5 lagi, satu di antaranya untuk Nabi ﷺ.

Jika ikut perang (ghazwah), Nabi bisa dapat 2 bagian, 1 bagian memang dikhususkan untuk beliau, dan 1 lagi bagian dari jatah pasukan perang (dari bagian 4/5).

Coba kita lihat 1 contoh dari ghanimah peperangan ini, misalnya apa yg didapat kaum muslimin di perang Bani Quraidzah: 1500 pedang, 2000 panah, 300 baju perang, 1500 tameng dan helm, ratusan unta dan kambing, dan ratusan perabot dan wadah.

Ini masih dihitung kecil, apalagi klo melihat perang besar seperti Hunain, dll.

Belum lagi jika ghanimah itu berupa tanah, kebun, dan benteng.

Dan jumlah peperangan yg terjadi di zaman Nabi itu lebih dari 50 peperangan (baik ghozwah atau sarriyah).

Ada juga istilah fai’, salab, dan shofaya yg Nabi dapat dari kaum kuffar. Ini adalah di antara kespesialan Nabi yg tidak Allah berikan ke para Nabi yg lain.

4. Hadiah dari para raja dan sahabat. Ini juga tidak sedikit, saya lampirkan beberapa pemberian para raja di komentar.
___

Apa yg Nabi terima ini adalah di antara janji Allah Swt kepada beliau,

{وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ}

Kecukupan dan kekayaan yg Nabi peroleh ini sebagian besar diberikan lagi ke keluarga dan para sahabat beliau. Nabi itu sangat dermawan, beliau sendiri yg memilih hidup zuhud bahkan setelah ditawarkan oleh Allah menjadi Nabi sekaligus raja.

اللهم صل على سيدنا وقدوتنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Faidah

Oleh: Ust Abu Umar al-Makki ___ Dalam hidup ini, kita sering kali menyaksikan sosok ayah atau ibu yang meninggalkan rumah demi mencari nafkah untuk keluarga tercinta. Mereka meniti jalan yang berat, menanggung beban yang tak terlihat di pundak mereka, demi memastikan anak-anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Tidak ada yang lebih menyentuh hati selain melihat seorang ayah yang berjuang tanpa henti, meninggalkan jejak langkah yang penuh keringat dan air mata, semua demi keluarga yang dicintainya. Dalam pengorbanan ini, terdapat pelajaran besar tentang tanggung jawab, cinta tanpa syarat, dan keikhlasan. Seseorang yang paling bahagia adalah orang yang hatinya dipenuhi oleh cinta, keyakinan, dan pengharapan yang suci. Dia mungkin saja hidup dalam kesulitan, namun jiwanya tak pernah merasa sempit. Ayah atau ibu yang berjuang di jalan ini mungkin menghadapi banyak kesulitan, namun mereka memiliki harapan dan keyakinan yang kuat untuk masa depan anak-anaknya. Pengorbanan ini, yang mungkin tampak sepele bagi sebagian orang, adalah bentuk cinta yang paling murni. Mereka berjalan jauh, meninggalkan jejak yang mungkin tidak akan pernah mereka lihat kembali, tetapi dengan keyakinan bahwa jejak itu akan membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang mereka cintai.

Pendaftaran Santri Baru Telah Dibuka

Kegiatan Mendatang

Scroll to Top