damaskus

Prinsip Pengajar, Santri dan Wali Santri

“MENGAJAR adalah sebuah bentuk pengabdian. Bila cari kekayaan alangkah baiknya berbisnis saja, sebab 9 dari 10 pintu rezeki ada disana. Inilah prinsip yang harus dipegang para guru.
Betul, tapi tidak sama dengan kacamata santri atau walinya, sebab mereka terikat kelaziman memuliakan guru sebagai khilafah Allah dan rasulnya. Dikatakan oleh sebagian penyair:
لَقَدْ حَقَّ اَنْ يُهْدَى اِلَيْهِ كَرَامَةً #
لِتَعْلِيْمِ حَرْفٍ وَاحِدٍ اَلُفُ دِرْهَمٍ
“Sungguh sudah semestinya guru diberikan sebuah kemuliaan # karena telah mengajarkan minimal 1 huruf saja dengan harga 1000 dirham.”
Ini prinsip santri dan wali santri.
AWAS JANGAN TERBALIK! AWAS SALING MENUNTUT! AWAS HILANG KEBERKAHAN!”.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Faidah

  ‎Salah satu karakter atau ciri khas yang kami bangun apabila mengisi “pengajian umum” ialah membaca kitab. Jadi bukan hanya saat dengan santri di pesantren, akan tetapi dengan jemaah bapak-bapak ibu-ibu pun demikian tidak berubah dari segi membawa & membaca. Namun barang tentu tingkatan pendalaman dan ekstensi kajian akan berbeda sesuai pengalaman audiens. ‎ ‎Kami memandang hal ini teramat penting, apalagi dengan maraknya fenomena ustadz karbitan yang bahkan sama sekali belum pernah mengenyam bangku Pesantren, lalu tenar dan viral dimana-mana. Seiring dengan tuntutan berbicara semakin tinggi, akhirnya terpaksa banyak improvisasi. Fatwa ngawur, kemampuan baca Al-Quran buruk, hadits salah-salah harokat dan huruf susunan kalimat acak-acakan kadangkala ada frase yang hilang bahkan ditambah, tapi anehnya saat menjelaskan tiba-tiba menyihir pendengar. Dikira ilmu padahal sebatas opini pribadi. Parahnya lagi dia beropini dengan hukum agama. ‎ ‎Setidaknya ada enam faidah kalo ustadz senantiasa bawa kitab saat mengisi pengajian: ‎ 1. Membuat penjelasan lebih terstruktur 2. ‎Membangun kepercayaan jamaah 3. ‎Menjadi contoh adab terhadap ilmu 4. ‎Catatan pinggir pada kitab menyimpan pengalaman belajar serta menghidupkan ruhaniah guru 5. ‎Menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan sebab memiliki rujukan yang pasti 6. ‎Menjaga tradisi literasi pesantren ‎ ‎Kami tidak mengatakan bahwa masyarakat harus ngaji kitab dengan

Pendaftaran Santri Baru Telah Dibuka

Kegiatan Mendatang

Scroll to Top