damaskus

Prinsip Pengajar, Santri dan Wali Santri

“MENGAJAR adalah sebuah bentuk pengabdian. Bila cari kekayaan alangkah baiknya berbisnis saja, sebab 9 dari 10 pintu rezeki ada disana. Inilah prinsip yang harus dipegang para guru.
Betul, tapi tidak sama dengan kacamata santri atau walinya, sebab mereka terikat kelaziman memuliakan guru sebagai khilafah Allah dan rasulnya. Dikatakan oleh sebagian penyair:
لَقَدْ حَقَّ اَنْ يُهْدَى اِلَيْهِ كَرَامَةً #
لِتَعْلِيْمِ حَرْفٍ وَاحِدٍ اَلُفُ دِرْهَمٍ
“Sungguh sudah semestinya guru diberikan sebuah kemuliaan # karena telah mengajarkan minimal 1 huruf saja dengan harga 1000 dirham.”
Ini prinsip santri dan wali santri.
AWAS JANGAN TERBALIK! AWAS SALING MENUNTUT! AWAS HILANG KEBERKAHAN!”.

Advertisment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Faidah

Siapa yang tidak kenal dengan imam kisai? Siapapun yang belajar nahwu shorof dan ilmu qira’at dipastikan tidak lagi asing dengan nama beliau, seorang alim masyhur dari Kufah. Diceritakan didalam kitab Al-Jawaahir wad Durarnya Al-Imam Abdurrahman As-Sakhawi, ternyata Imam Kisai tidak sama dengan ulama lain yang memang sedari kecil sudah memulai rihlah ilmiahnya. Pasalnya sampai usia 40 tahun pun beliau masih disibukkan dengan menggembala kambing dan menjalani aktivitas keseharian seperti masyrakat pada umumnya. Pada usia yang tidak lagi muda itulah beliau baru menekuni keilmuan, sampai menjadi satu dari sekian banyak tokoh yang sangat berpengaruh pada masanya. Tapi bukan orang besar kiranya bila tidak pernah kontroversial, ya begitupun sang imam. Salah satu statement beliau yang cukup booming kala itu: من تبحر في علم اهتدى به إلى سائر العلوم Lebih kurang artinya: “Siapapun yang bak lautan (luas dan mendalam) penguasaannya didalam satu cabang ilmu, maka dia akan dimudahkan menguasai cabang-cabang keilmuan lainnya”. Sontak hal tersebut memicu alim lainnya untuk menguji kebenaran klaim tadi, yang sekilas memang nampak rapuh, sebab semua disiplin keilmuan tentunya memiliki objek pembahasan yang berbeda. Hingga suatu hari secara langsung beliaupun dipertemukan dengan imam Abu Yusuf seorang alim fiqih besar, salah satu murid kinasih nya imam abu hanifah. Maka tak

Pendaftaran Santri Baru Telah Dibuka

Logo Jati Al Jawami 768x768

Mari Bergabung Dengan Komunitas SAJATI

SAJATI – Adalah ruang bersama Keluarga Besar Pondok Pesantren Jati Al-Jawami untuk menjaga ikatan, melanjutkan nilai keilmuan dan memperluas mamfaat

Scroll to Top