Salah satu karakter atau ciri khas yang kami bangun apabila mengisi “pengajian umum” ialah membaca kitab. Jadi bukan hanya saat dengan santri di pesantren, akan tetapi dengan jemaah bapak-bapak ibu-ibu pun demikian tidak berubah dari segi membawa & membaca. Namun barang tentu tingkatan pendalaman dan ekstensi kajian akan berbeda sesuai pengalaman audiens. Kami memandang hal ini teramat penting, apalagi dengan maraknya fenomena ustadz karbitan yang bahkan sama sekali belum pernah mengenyam bangku Pesantren, lalu tenar dan viral dimana-mana. Seiring dengan tuntutan berbicara semakin tinggi, akhirnya terpaksa banyak improvisasi. Fatwa ngawur, kemampuan baca Al-Quran buruk, hadits salah-salah harokat dan huruf susunan kalimat acak-acakan kadangkala ada frase yang hilang bahkan ditambah, tapi anehnya saat menjelaskan tiba-tiba menyihir pendengar. Dikira ilmu padahal sebatas opini pribadi. Parahnya lagi dia beropini dengan hukum agama. Setidaknya ada enam faidah kalo ustadz senantiasa bawa kitab saat mengisi pengajian: 1. Membuat penjelasan lebih terstruktur 2. Membangun kepercayaan jamaah 3. Menjadi contoh adab terhadap ilmu 4. Catatan pinggir pada kitab menyimpan pengalaman belajar serta menghidupkan ruhaniah guru 5. Menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan sebab memiliki rujukan yang pasti 6. Menjaga tradisi literasi pesantren Kami tidak mengatakan bahwa masyarakat harus ngaji kitab dengan
Perang Khaibar
Perang Khaibar menjadi saksi dimana seorang petarung bengis bernamakan Marhab itu menantang pihak muslim,
pekiknya dalam sya’ir:
قد علمت خيبر أنِّي مرحب *** شاكي السلاح بطل مجرَّب
“Tanah Khaibar tahu: Akulah Marhab, jawara terlatih bersenjatakan pedang”
Namun tanpa gentar Sayyidina Ali pun menjawab syair tersebut, dengan jiwa yang bergemuruh:
أنا الذي سمّتني أُمّي حيدره *** كليث غابات كريه المنظره
“Akulah yang dinamai Haidar (singa) oleh ibuku,
bak singa di hutan belantara yang bertampang menyeramkan”.
Dikisahkan beliaupun lantas menghantamkan pedangnya ke kepala Marhab ~ hingga terbelah, Sehingga telak kemenangan pun jatuh ke tangannya.
Kategori
Faidah
Pendaftaran Santri Baru Telah Dibuka