ilustrasi Perang Khaibar

Perang Khaibar

Perang Khaibar menjadi saksi dimana seorang petarung bengis bernamakan Marhab itu menantang pihak muslim,
pekiknya dalam sya’ir:
قد علمت خيبر أنِّي مرحب *** شاكي السلاح بطل مجرَّب
“Tanah Khaibar tahu: Akulah Marhab, jawara terlatih bersenjatakan pedang”
Namun tanpa gentar Sayyidina Ali pun menjawab syair tersebut, dengan jiwa yang bergemuruh:
أنا الذي سمّتني أُمّي حيدره *** كليث غابات كريه المنظره
“Akulah yang dinamai Haidar (singa) oleh ibuku,
bak singa di hutan belantara yang bertampang menyeramkan”.
Dikisahkan beliaupun lantas menghantamkan pedangnya ke kepala Marhab ~ hingga terbelah, Sehingga telak kemenangan pun jatuh ke tangannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Faidah

Siapa yang tidak kenal dengan imam kisai? Siapapun yang belajar nahwu shorof dan ilmu qira’at dipastikan tidak lagi asing dengan nama beliau, seorang alim masyhur dari Kufah. Diceritakan didalam kitab Al-Jawaahir wad Durarnya Al-Imam Abdurrahman As-Sakhawi, ternyata Imam Kisai tidak sama dengan ulama lain yang memang sedari kecil sudah memulai rihlah ilmiahnya. Pasalnya sampai usia 40 tahun pun beliau masih disibukkan dengan menggembala kambing dan menjalani aktivitas keseharian seperti masyrakat pada umumnya. Pada usia yang tidak lagi muda itulah beliau baru menekuni keilmuan, sampai menjadi satu dari sekian banyak tokoh yang sangat berpengaruh pada masanya. Tapi bukan orang besar kiranya bila tidak pernah kontroversial, ya begitupun sang imam. Salah satu statement beliau yang cukup booming kala itu: من تبحر في علم اهتدى به إلى سائر العلوم Lebih kurang artinya: “Siapapun yang bak lautan (luas dan mendalam) penguasaannya didalam satu cabang ilmu, maka dia akan dimudahkan menguasai cabang-cabang keilmuan lainnya”. Sontak hal tersebut memicu alim lainnya untuk menguji kebenaran klaim tadi, yang sekilas memang nampak rapuh, sebab semua disiplin keilmuan tentunya memiliki objek pembahasan yang berbeda. Hingga suatu hari secara langsung beliaupun dipertemukan dengan imam Abu Yusuf seorang alim fiqih besar, salah satu murid kinasih nya imam abu hanifah. Maka tak

Pendaftaran Santri Baru Telah Dibuka

Kegiatan Mendatang

Scroll to Top